Selamat Tahun Baru 2013 "

Home and Office network Aplication

Kami juga Menyediakan kebutuhan IT Home and Office anda .

Service and Support onLine

Informa Komunika Memberikan Service Bergaransi yang memuaskan.

Application Build and Maintenance

Informa Komunika Menjadi Partner Setia Usaha Kecil dan Menengah.

Hardware and Pheriperals Supplies

Informa Komunika Memberikan Yang Terbaik Untuk Anda.

Gadget Store

Informa Komunika Membuka Kesempatan Bekerja Sama di Bidang IT.

Banner

Kamis, 03 Januari 2013

Kunci Keberhasilan Seorang Manajer



Manajer yang Hebat adalah yang berhasil melakukan perubahan besar bagi orang-orang yang bekerja bagi mereka.  Secara alami dia berhasil menggerakkan pencapaian atau performa ketika terlibat dengan orang-orang dan secara alami pula membawa mereka dalam perjalanan Continuous Improvement (Proses Perbaikan Berkelanjutan).  Inilah sikap dan perilaku yang perlu Anda pelajari agar menjadi seorang manajer yang hebat.
Bagaimana membangun dan menghasilkan Performa yang berdasarkan Budaya Kerja, dimana hal ini akan berlangsung dalan jangka panjang ketika Anda berhasil menemukan formula yang tepat.  Dari banyak pengalaman orang-orang yang menjadi Pemimpin Organisasi ada beberapa kriteria Ketrampilan dan Kualitas yang menjadikan Anda seorang manajer hebat (Great Manager).
  1. Menetapkan Tujuan yang Jelas.  Seorang Manajer yang hebat dapat dengan Jelas memberikan Gambaran dari sebuah Tujuan Masa Depan.  Anda harus mampu merencanakan dan memprioritaskan seluruh aktivitas secara bersamaan dengan Kemampuan dan Kemauan anggota timnya dan mampu menciptakan Fokus bagi diri sendiri dan Tim.
  2. Menunjukkan Kepemimpinan dan Sikap Persuasif.  Sikap Persuasi dan Kepemimpinan wajib menjadi senjata andalan Anda dalam meraih kebersamaan tim bekerja bersama.  Hal ini sangat diperlukan dalam mewujudkan Tujuan dan Arah Organisasi yang Anda harapkan.
  3. Empati dan Percaya.  Rangkaian Sifat dan Perilaku yang akan menenangkan orang dalam bekerja bersama Anda, dimana dengan adanya Sikap Empati yang sangat memahami perasaan akan memudahkan Anda merangkai Kepercayaan mereka dalam menciptakan prestasi.
  4. Delegasi Tugas.  Setiap manajer besar akan selalu melimpahkan wewenang pekerjaan kepada orang disekitarnya.  Selain sebagai bentuk Penghargaan karena secara umum setiap Bawahan sangat senang mendapat kepercayaan mengerjakan atau melanjutkan pekerjaan Atasan, juga merupakan bentuk pembelajaran bahwa Anda adalah seorang Pencipta Arah dan Tujuan Organisasi bukan orang yang terlibat dengan hal-hal kecil terlebih Masalah Teknis.  Sewajarnya Anda lebih berlaku Strategis dan Praktis.
  5. Ketrampilan Analisa Data.  Walaupun Anda memiliki wewenang dan kekuasaan dalam meminta data dan fakta, namun jika kemampuan Analisa Data Anda lemah, maka dapat dipastikan Anda akan menjadi permainan bagi anggota tim yang oportunis.  Seorang manajer handal dan hebat tentu sangat lihai dalam membaca Data Analisa dan Fakta, sehingga keputusan yang diambil sangat berdasarkan Logika dan Daya Nalar.  Dengan memperhatikan fakta nyata dapat diminimalisasi kondisi pengambilan keputusan sepihak atau subjektif.  Tempatkan informasi dari Data yang ada sebagai Penilaian terhadap Kinerja perseorangan maupun kelompok.  Jargon “Knowledge is Power” masih berlaku sampai saat ini.
  6. Ketrampilan Pengambilan Keputusan.  Anda tentu sering mendengar seorang pemimpin yang sangat hebat dalam ide dan rencana namun sangat lemah dalam eksekusi.  Hal ini dikarenakan kelemahannya dalam pengambilan keputusan, dan sangat dimungkinkan banyak nilai emosional yang terlibat dalam hal tersebut.  Ketrampilan Mengambil Keputusan perlu dipelajari secara bertahap dengan semakin memperdalam Daya Analisa Anda dalam membaca Data dan Angka yang ada.  Jangan pernah melimpahkan pengambilan keputusan kepada orang lain, karena memperjelas bahwa Anda bukan orang yang bertanggungjawab dan sering pergi dari masalah.
  7. Ketrampilan Pembinaan dan Performa Manajemen.  Manajer hebat mampu dalam mengelola Umpan Balik (feedback) dan memberikan kembali umpan balik yang Membangun (constructive) bagi pengembangan Pribadi dan Profesional.  Dengan semakin bertumbuh dan berkembangnya orang-orang dalam Tim Anda, maka makin cepat Anda menjadi seorang Manajer yang lebih Besar (Greater Manager)
Akankah Anda bekerja dengan salah satu manajer yang memiliki sifat-sifat tersebut diatas ataukah Anda harus mempelajari ketrampilan tersebut untuk menjadi seorang manajer besar.  Perhatikanlah dari sekian banyak ketrampilan, mana yang perlu Anda kuasai dan yang paling penting sebagai nilai tambah bagi karir Anda.

Kekuatan Tim Sinergi



Tidak Ada satu pun perusahaan besar yang bertahan dalam jangka panjang hanya mengandalkan kemampuan seseorang dalam memimpin. Walau tidak salah sepenuhnya, karena setiap perusahaan besar berarti memiliki Pemimpin Besar, namun demikian seorang Pemimpin Besar juga mempunyai Pengikut Besar (Great Follower). Kebersamaan atau Kolaborasi seorang pemimpin dengan pengikut lah yang membangun landasan kuat sebuah Organisasi atau Perusahaan.
Kolaborasi merupakan bentuk kerjasama yang sudah umum Anda lakukan baik sebagai seorang Atasan kepada Bawahan atau sebaliknya. Kolaborasi adalah bentuk tanggung jawab moral masing-masing individu terhadap Tugas dan Kewajiban mencapi Performa yang Cemerlang. Pengembangan Kolaborasi ini lebih jauh berupa perpaduan yang memberikan hasil lebih besar dan lebih prospektif yang disebut “Sinergi”. Sinergi adalah bentuk kolaborasi yang memberikan hasil lebih besar daripada penggabungan masing-masing komponen terkait. Sinergi sering digambarkan dengan rumusan 1+1=3 atau 5 bahkan lebih. Ketika Anda dan Tim saling bekerjasama untuk mencapai performa, maka Target tidak hanya tercapai 100% namun akan terlampaui 120% bahkan 150%. Inilah hakikat Sinergi, dan Tim Sinergi (Team Synergy) tentu memiliki Kekuatan yang sangat besar dibandingkan hanya Kerjasama Tim (Team Work).
kekuatan tim sinergi
Dalam sebuah Giant Leap Organization, Team Synergy seolah menjadi keharusan untuk ada disetiap departemen dan divisi. Keharusan bagaimana sebuah Tim bekerja secara efektif membangun sinergi diantara anggota tim yang ada untuk menghasilkan output jauh lebih besar dibandingkan pencapaian individu. Dan beberapa aspek yang berpengaruh terhadap The Power of Team Synergy adalah:
1. Tujuan yang Berorientasi Hasil (Result-Focused Goal)
Tujuan sebuah organisasi bisnis adalah mencari keuntungan untuk tumbuh kembang, sedangkan tujuan setiap departemen atau organisasi adalah pencapaian target yang ditetapkan sehingga menunjang pencapaian profit perusahaan. Dengan adanya fokus pada tujuan, maka setiap anggota tim dan pemimpin tim dapat mengarahkan seluruh elemen mencapai Tujuan (Goals) sesuai fungsi masing-masing.
2. Kesenyawaan Tim (Team Chemistry)
Membangun Tim Sinergi memerlukan kebersamaan, keselarasan dan kedekatan, atau disebut Chemistry (Kesenyawaan). Chemistry akan membentuk Soliditas dan Kohesifitas masing-masing individu Tim menjalankan dan menuntaskan tugas yang diemban dengan baik. Team Chemistry akan mengikat anggota tim menjadi sub organisasi yang solid dan kuat.
3. Pemberdayaan Tim (Team Empowerment)
Ibarat seorang karyawan baru yang masih belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, tentu sebuah kepercayaan akan lebih memberikan kreatifitas dan inisiatif untuk berkembang. Demikian pula bagi sebuah Tim, bahwa Pemberdayaan (Empowerment) lebih membuat masing-masing anggota mencurahkan Pikiran dan Tenaga untuk mencapai Performa maksimal. Pemberdayaan didapat dengan pemberian Tanggung Jawab dan Otoritas menjalankan misi dan tujuan.
4. Kolaborasi yang Selaras (Synchronized Collaboration)
Anggota tim yang saling melengkapi, saling mendukung dan saling memperkuat dalam pelaksanaan misi dan tujuan Tim membuat sebuah proyek terjadi dengan cepat karena sumber daya yang selaras. Kebersamaan masing-masing anggota menjadi fundamental terbangunnya Team Synergy. Istilah yang mungkin tepat sebagai analogi adalah “Satu Hati Satu Jiwa”, Bersama Kita Bisa”.
5. Penghargaan Tim (Team Recognition)
Sudah pasti penghargaan terhadap tim atau individu dalam tim turut berpengaruh dalam pembangunan Tim Sinergi. Dengan demikian setiap anggota merasa mendapatkan manfaat dan makna dalam keikutsertaanya. Aspek Recognition (Penghargaan) ini menjadi sumber terwujudnya Motivasi Tim dan Individu, sehingga proses pemebntuk Tim Sinergi dapat berjalan simultan.
Perumusan Tim Sinergi adalah cara sebuah organisasi melangkah jauh kedepan dan bertahan lama melalui rumusan Tujuan berfokus Hasil (Directing), Mengikat anggota Bersatu Padu (Bonding), Pemberdayakan untuk Kinerja Maksimal (Performing), Penyelerasan sumber daya (Orchestrating) dan Pemberian Penghargaan (Motivating).

Kekuatan Tim Sinergi yang terdiri dari beberapa elemen dasar yang membangunnya seperti Tujuan Berfokus Hasil (Result-Focused Goal), Kesenyawaan Tim (Team Chemistry), dan lainnya akan diuraikan lebih lanjut untuk memudahkan Anda dalam membangun Kekuatan melalui Tim Sinergi. 
1.   Result Focused Goal
Adalah aspek pertama dalam pembentukan tim sinergi, yang akan dipergunakan untuk mengarahkan tim dalam satu tujuan yang sama.  Orientasi atau Fokus pada tujuan bukan berarti mengindahkan proses yang ada yang harus dilakukan dengan cara yang benar, dimana keduanya harus berjalan simultan dan seimbang (balance) agar terwujud istilah “Dicipline in Process and Ambitious in Result”.  Sumber daya yang besar dengan sejumlah Key Performance Indicator (KPI) yang berbeda harus diarahkan dan digiring pada sasaran yang sama (Common Goal).
Result Focused Goal akan menjadi perangkat ampuh mobilisasi SDM dan memerlukan beberapa persyaratan yaitu Pertama bahwa tujuan organsasi merupakan bagian dari tujuan individu, dan Kedua bahwa tujuan organisasi akan memberikan rasa bangga (sense of pride).  Dengan demikian masing-masing anggota tim akan memberikan usaha terbaik untuk mencapai hasil.
Langkah yang perlu ditempuh untuk membangun Tim Berfokus Hasil adalah:
  • Misi dan Visi, dengan penyamaan persepsi setiap individu yang terlibat maka akan dapat diredam konflik dan perbedaan yang ada.  Misi dan Visi akan mendorong hubungan positif (Positive Relationship) dan Kebersamaan (Partnership) antar anggota.
  • Tema Strategis, yang tergambarkan untuk kurun waktu lima tahunan agar menjadi daya tasrik dan imajinasi masing-masing anggota.  Tema Strategis akan membangun pola pikir yang seragam mengenai tujuan Tim.
  • Rencana Tahunan dan Rencana Lima Tahunan, sebagai manifestasi Misi-Visi dan Tema Strategis.  Rencana Tahunan yang bersifat Jangka Pendek menjadi program evaluasi bagi Rencana Lima Tahunan yang bersifat Jangka Panjang.
sinergi tim
2.  Team Chemistry
Aspek kedua setelah Tim yang Berfokus Hasil adalah Kesenyawaan Tim (Team Chemistry) yang merupakan bentuk kesesuaian gen masing-masing anggota tim, sehingga tercipta nilai dan pandangan serta pola pikir yang homogen.  Keseragaman nilai ini akan memuluskan Konsensus, Pengertian dan Kebersamaan.  Team Chemistry merupakan kekuatan pengikat ke dalam dan kekuatan keluar sebagai pencair friksi yang muncul.
Mewujudkan Team Chesmistry dengan cara berikut:
  • Nilai-nilai (Shared Values) yang saling diyakini anggota tim.
  • Kebersamaan Tim dalam Aktivitas yang dilakukan berkala.
  • Mekanisme pembentukan Tim yang Fleksibel. 
3.  Team Empowerment
Memberikan kebebasan bertanggung jawab dalam penyelesaian Misi dan Tugas adalah cara pembentukan Team Empowerment (Pemberdayaan).  Adanya pemberdayaan akan lebih membuat Efektif sebuah tugas dan meningkatkan Performa dan Kinerja.  Pemberdayaan menyangkut dua aspek yaitu faktor internal berupa Sumber Daya Anggota Tim dan faktor eksternal berupa Otorisasi dari Manajemen.
Proses Pemberdayaan Tim terjadi melalui sebuah siklus yang melibatkan tiga komponen yakni Kompetensi (Competence), Kepercayaan (Trust) dan Delegasi (Delegation). 
4.  Synchronized Collaboration
Kekuatan Tim Sinergi tidak hanya terletak dari semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan, namun juga sifat masing-masing anggota yang sinkron satu dan lainnya.  Dengan latar belakang berbeda dari masing-masing individu, terjadi sinkronisasi yang kolaboratif dari Top Manajemen sampai Level Terbawah.
Mewujudkan Sinkronisasi Kolaborasi dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
  • Aligned KPI, Penyelerasan KPI satu dan lainnya, agar setiap departemen bertindak dan bekerja sesuai dengan kepentingan tim dari departemen lainnya.  Keterkaitan satu dan lainnya menuntut kebersamaan dan keterbukaan dalam mencapai KPI masing-masing.
  • Integrated PDCA Cycle, pelaksanaan Review Bulanan dalam format PDCA disetiap departemen atau divisi dengan agenda utama membahas isu dan masalah serta perumusan solusi atau tindakan perbaikan.
  • Team Synchronizer, yang berperan sebagai fasilitator bagi semua aspek agar berbagai kepentingan, perbedaan pendapat, proses komunikasi dan alokasi sumber daya berjalan tepat seperti yang diharapkan. 
5.  Team Recognition
Pengakuan atau Penghargaan adalah hal krusial dalam pembentukan dan pengembangan tim.  Dengan adanya reward and recognition akan menyentuh sisi emosional anggota tim dalam mencapai performa.  Bukan mengesampingkan penghargaan individu, namun penghargaan secara tim akan lebih produktif kedepannya.
Membangun Team Recognition dapat dilakukan dengan cara berikut:
  • Team KPI, ukuran keberhasilan berdasarkan Key Performance Indicator yang berorientasi pada tim.  Penilaian Kinerja individu akan memasukkan faktor yang menyangkut dalam tim, seperti Team Work, Komunikasi, Adapatasi dan lainnya.
  • Assessment Process, yang terdiri dari Performance Appraisal (Penilaian Kinerja )dan Assessment untuk Promosi Pangkat dan Jabatan.
  • Recognition, penghargaan yang bersifat financial atau non financial. 
Kekuatan Tim Sinergi mempermudah Anda dalam membangun organisasi untuk jangka panjang dan siap menghadapi berbagai perubahan dunia.  Tim Sinergi menjadi kekuatan sebuah Organisasi yang melakukan Lompatan Raksasa dalam persaingannya.

6 Cara Lebih Produktif



cara produktif

Pernahkah Anda memperhatikan beberapa orang telah mencapai kinerja besar dan masih tampak bahagia dan santai? Tidak mudah memang dengan mempertahankan emosi yang stabil ditengah tumpukan Tugas dan Pekerjaan.  Berikut enam tip untuk menjadi lebih produktif.  Anda mungkin bertanya bagaimana seseorang dapat tetap meluangkan waktu untuk menyenangkan dan memanjakan diri sendiri sementara begitu banyaknya dateline pekerjaan kantor.
Anda mungkin merasa orang lain memiliki waktu lebih banyak atau pekerjaan lebih sedikit.  Anda dan orang-orang lain memiliki 24 jam yang sama dalam satu hari untuk beraktivitas, namun banyak orang telah membuat pilihan tertentu (prioritas) yang memungkinkan sebagian besar terselesaikan setiap hari, dan masih merasa bahagia dan santai. Mungkin cara berikut ini akan membantu Anda memanfaatkan sebagian besar waktu.
1. Pilih Prioritas
Kegiatan yang cukup banyak tidak mungkin selesai dalam waktu bersamaan.  Buatlah pilihan atau prioritas dalam kegiatan hidup Anda.  Dengan memilah yang terpenting maka Anda akan dapat bekerja lebih jauh dan fokuslah pada sesuatu yang menyenangkan dan produktif.  Jika Anda memilih keluarga, maka raihlah pilihan tersebut, dan lakukan gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan waktu dari keluarga agar Anda merasa puas. Pilihan Anda didasarkan pada gaya hidup yang diinginkan.
2. Lakukan Efisiensi
Anda tidak akan sanggup melakukan semuanya dengan baik. Hal-hal yang Anda lakukan dengan baik biasanya memberikan sukacita yang lebih besar dan membutuhkan sedikit waktu. Jangan melakukan sesuatu dengan rentang belajar yang panjang jika Anda tidak memiliki waktu. Desain hidup Anda sesuai keinginan, dan kenali kapan harus berkata tidak untuk kesempatan di luar keinginan Anda. Jalani kehidupan Anda dengan desain dan perencanaan, tidak default atau mengalir bagai air.
3. Integrasikan Kegiatan
Banyak orang tergila-gila hanya untuk sekedar tahu bagaimana cara menghabiskan waktu bersama teman-teman, keluarga, bekerja, bermain dan lainnya. Berhenti untuk menyeimbangkannya. Yang terpenting adalah mencari tahu untuk menikmati semuanya secara bersama-sama. Bangunlah kehidupan sosial disekitar lingkungan kerja, cari orang yang dapat saling berbagi kepentingan dan kembangkan karir dan hobi bersama orang yang setipe dengan Anda.  Perubahan akan terjadi pada saat Anda melakukan semuanya seirama dan senada.
4. HilangkanPemborosan Waktu 
Media sosial, keluarga, teman, karyawan, rekan kerja dan pengeluh umum semua dalam keadaan tertentu dapat menyedot waktu berharga dari Anda jika Anda membiarkan mereka. Anggarkan waktu Anda untuk kegiatan yang diperlukan. Buatlah pilihan untuk membatasi interaksi yang tidak mendukung dan tidak membangun. Media Sosial, dengan mudah menjadi lubang hitam untuk waktu dan produktivitas. Gunakan dengan tepat dan hemat sebagai alat pendukung usaha Anda dan kebutuhan sosial, namun hentikan chatting, gaming dan lainnya.
5. Jadi Pembelajar Aktif
Anda mungkin berpikir bahwa belajar membutuhkan waktu lebih lama, namun sebenarnya selalu ada cara-cara baru dalam melakukan sesuatu yang menghemat waktu  dan membebaskan Anda untuk menentukan prioritas. Selalu cari cara baru untuk mendapatkan kembali satu jam yang terbuang. Belajar akan membuat Anda menemukan cara yang efektif dan efisien dalam bekerja.
6. Lepaskan Beban
Tidak selalu rencana berjalan sesuai harapan, dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri ketika Anda harus melepaskan perhatian terhadap sesuatu yang lain. Dunia tidak akan berakhir hanya karena Anda meninggalkan beberapa tugas yang tidak selesai. Rayakan sebuah kemajuan (progress) dan terus sempurnakan menuju produktivitas yang bahagia. Inilah sebabnya mengapa membuat daftar dan mencoret item merupakan pegangan pokok dalam buku produktivitas. Setiap Penyelesaian adalah kemenangan kecil yang akan bertambah besar


Cara Sederhana Menjadi Boss Yang Lebih Baik


Berikut adalah Gaya Manajemen Anda yang akan membuat karyawan lebih bahagia. Banyak karyawan yang mengeluh tentang bos mereka, atau justru berlaku hanya sebagai penjilat, yang penting bos senang. Berikut beberapa saran yang dapat Anda pergunakan jika ingin menjadi seorang bos yang lebih baik:
1. Hindari Angka dalam Pengelolaan Orang.
Pemikiran Bisnis Konvensional menempatkan angka sebagai komponen paling penting. Akibatnya, banyak manajer menghabiskan waktu hanya melihat angka-angka, memilah dan memisah angka, menempatkan angka dalam grafik, dan berbicara tentang di mana angka-angka tersebut berada dan di mana mereka seharusnya berada.  Setiap Anda berbicara dengan karyawan, selalu berbicara angka tanpa mengindahkan hal lainnya.  Semua angka dalam setiap bisnis adalah HASIL dari seberapa baik Anda mengelola orang bukan seberapa baik Anda mengelola angka. Satu-satunya cara untuk mendapatkan angka yang lebih baik (lepas dari skema pengukuran) adalah Meningkatkan Kinerja dari orang-orang Anda. Seorang Pelatih yang baik selalu mengalahkan Powerpoint yang baik.
2. Standar Ukuran yang Relevan dan Sederhana.
Sementara fokus utama Anda tetap pada Karyawan daripada Angka, Anda masih tetap perlu cara untuk mengukur seberapa baik karyawan melakukan pekerjaannya. Idealnya, Anda standar ukuran harus sedekat mungkin dengan perilaku yang Anda coba terapkan dan cukup sederhana bagi setiap karyawan untuk memahami.  Sebaliknya, skema pengukuran yang kompleks, pasti menciptakan kebingungan di kalangan karyawan dan Anda sendiri. Dan jika karyawan tidak tampak terpengaruh dengan standar ukuran kinerja, maka mereka hanya menciptakan overhead mental.
boss yang lebih baik3. Satu Prioritas bagi setiap Karyawan.
Tentu ada seorang karyawan yang ditugaskan bos mereka dengan banyak tugas dan sang bos bersikeras bahwa setiap tugas adalah “prioritas besar.” Itulah bos, tentu saja dengan tindakan bodoh dan idiot tersebut, karena jika semuanya prioritas maka tidak ada prioritas.  Konsep sebuah “prioritas” berarti bahwa ada satu hal yang lebih penting daripada yang lain. Memberikan karyawan Anda “beberapa prioritas” hanya membingungkan mereka akan tanggung jawab mana yang benar-benar penting. Itulah tugas Anda, membuat Satu Prioritas bagi Karyawan.  Tetapkan skala prioritas dengan melihat Penting dan Gentingnya.
4. Jangan Melampiaskan Emosi pada Karyawan.
Pastinya karyawan Anda memahami bahwa manajer dan bos mereka adalah manusia, sering berada di bawah tekanan, dan sering terdesak waktu. Mereka tahu bahwa bos tengah Frustrasi dan Marah, terutama ketika dihadapkan dengan berita buruk, kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, dan lain sebagainya.  Meski begitu, ketika Anda menumpahkannya pada karyawan, atau membuat sebuah pernyataan memotong yang menyakitkan, itu hanya menciptakan luka yang tidak akan sembuh dan membusuk sebagai kebencian. Anda tidak harus Sempurna, namun karyawan adalah sosok yang empatik dan bukan sansak tinju.
5. Mengukur Diri berdasar Karyawan Terburuk.
Manajer menggunakan top performer mereka sebagai ukuran seberapa sukses mereka sebagai bos atau manajer. Namun, saat Anda telah menyewa pemain top atau menumbuhkan mereka dalam peran itu, keberhasilan tersebut lebih mencerminkan perjalanan mereka daripada apa yang Anda hasilkan.  Sebaliknya, Anda harus mengukur kemampuan manajemen berdasarkan bagaimana Anda menangani pemain terburuk Anda. Orang-orang inilah yang menentukan tingkat terendah kinerja Anda yang dapat ditolelir, dan seberapa banyak Anda mengharapkan karyawan lain untuk mengimbangi standar tersebut.
6. Kompensasi Lebih dibanding Rata-rata.
Kebalikan dengan performa individu yang mana, kinerja terendah sebagai Ukuran Keberhasilan Anda, lain halnya dengan Kompensasi dan Benefit yang Anda berikan haruslah lebih baik dibandingkan rata-rata.  Ada kecenderungan di kalangan para manajer untuk memikirkan upah, tunjangan dan komisi sebagai beban yang harus diminimalkan demi meningkatkan keuntungan. Namun, sesuatu yang benar dalam dunia bisnis bahwa jika Anda membayar upah rata-rata, Anda berakhir dengan karyawan rata-rata.  Membayar lebih bukan berarti Mengeluarkan lebih, namun dalam jangka panjang menjadi Pemasukan lebih.
Ini adalah Hubungan Sebab Akibat yang Sederhana dan bukan Operasi Jantung. Mungkin sebelum Era Internet adalah mungkin untuk mendapatkan orang-orang bekerja lebih dan mendapatkan kurang dari yang selayaknya. Namun hari ini, karyawan dengan sedikit akal sehatpun dapat memperoleh dan mencari penghasilan lebih ditempat lain.  Jadilah Bos yang lebih baik dengan lebih Empati terhadap karyawan.

Latihan Mudah Meningkatkan Kreativitas Anda


Menjadi Kreatif bukan lagi hal yang sulit dilakukan, karena saat ini sebagai seorang pemimpin organisasi atau pengusaha tentunya Anda dituntut untuk selalu berada satu langkah didepan, untuk selalu siap dengan sebuah ide besar.   Apakah Anda ingin merancang sebuah produk baru atau sekedar menjaga posisi di pasar (market share), maka kemampuan untuk datang dengan solusi kreatif dan inovatif bukan lagi hal aneh dalam kehidupan sehari-hari.  Tingkat Kreativitas tentu berbeda setiap orang, namun kreativitas sering kabur dengan adanya begitu banyak norma atau aturan yang berlaku.  Anda perlu membayangkan sebuah kondisi yang jauh berbeda dengan dunia nyata untuk mendapatkan Ide dan Pikiran Kreatif

Dikutip dari entrepreneur.com berikut beberapa latihan yang mungkin dapat Anda lakukan yang dirancang untuk membantu Anda mempertimbangkan pilihan lebih banyak, sebagaimana melakukan sebuah Brainstorming.  Kreativitas memerlukan kebebasan dan Anda perlu mencoba melihat ke jalan, keluar ruangan dan lainnya untuk mewujudkan.
latihan kreatif
1. Bayangkan Situasi Akrab 
Berpikir lebih kreatif menuntut Anda untuk mempertimbangkan pilihan lainnya secara jelas.  Cobalah untuk berpikir berlawanan dengan kondisi normal, sehingga akan membawa sebuah pemikiran yang berbeda dan memungkinkan menjadi sebuah ide bisnis besar.  Semisal, sebuah restoran yang saat ini hanya menyediakan berbagai macam menu tanpa menyimpan begitu banyak bahan baku, karena permintaan pelanggan.  Restoran akan menggiring pelanggan kepada Menu yang mereka sediakan.  Bagaimana jikalau sang pemilik restoran memberikan bentuk lain, yaitu menyediakan seorang koki yang handal untuk membuat menu pilihan pelanggan dimana pelanggan akan membawa sendiri bahan baku masakan. Atau pemilik restoran akan menyediakan bahan baku masakan dan memberikan kebebasan kepada melanggan untuk memasak sendiri dimeja mereka. Inilah salah satu bentuk ide Kreatif dan Inovatif.  Inilah sebuah Situasi yang Akrab dengan Anda.
2. Belajar Menentang Aturan
Melanggar aturan bukan berarti Anda siap dengan tindak pidana, tentu bukan seperti demikian adanya.  Menentang Aturan atau Norma yang berlaku adalah cara Anda melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan Norma Masyarakat Umum.  Banyak contoh yang mungkin Anda lakukan seperti membaca puisi keras-keras disebuah toko kelontong, menawarkan bantuan kuli angkut dipasar membawa barangnya.  Inti ini semua adalah membuat Anda berada dalam zona tidak nyaman agar mampu membangkitkan potensi kreativitas yang dimiliki.  Jangan pedulikan tanggapan orang lain yang mungkin menjatuhkan atau melecehkan.  Pelajaran ini membantu Anda mengumpulkan keberanian mengambil resiko kreatif.  Jangan memaksa otak Anda terbelenggu dan tidak mampu keluar zona nyaman.  Cara lain yang cukup unik dapat dilakukan diantaranya dengan memakai baju yang berwarna warni dan cukup mencolok. 
3. Buatlah Daftar yang Mengganggu Anda
Anda tentu memiliki banyak gangguan dalam kehidupan sehari-hari, seperti suara bising, terik panas matahari, debu jalanan, atau internet lambat dan koneksi data yang sering putus.  Buatlah daftar-daftar yang cukup mengganggu Anda dalam menjalankan aktivitas.  Hal ini akan memberikan celah bagi Anda untuk memikirkan solusi lainnya sehingga tidak akan tersandung dengan masalah yang sama.  Anda secara tidak langsung akan berpikir bagaimana caranya menghindari kondisi yang mengganggu tersebut di kemudian hari. 
Kreatif dalam Bertindak merupakan cerminan Kreativitas Pikiran.  Meningkatkan kreativitas dapat dilakukan dengan latihan yang mudah, latihan seperti Belajar Melanggar Norma, Membayangkan Situasi Familiar bagi Anda dan Membuat Daftar Pengganggu.  Inilah cara mudah mengembangkan Kreativitas Berpikir.


Bagaimana Mempertahankan Karyawan Terbaik


Tim Terbaik adalah yang berisi orang dengan Talenta dan Potensi terbaik, dan yang paling penting adalah mereka dapat membentuk sebuah Kebersamaan atau Sinergi dalam Tim.  Seorang bintang diperlukan sebagai penggerak dan motivator dalam kinerja tim.
Menciptakan lapangan pekerjaan adalah satu hal sedangkan menjaga pemain utama Anda di dalamnya? Sama sekali hal yang berbeda.  Pengusaha yang memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja. Itu bagus bagi perekonomian kita, dan untuk masyarakat kita secara keseluruhan, tetapi untuk pengusaha sendiri tantangan nyata selalu dihadapkan dengan namanya retensi. Tugas pokok, dari sudut pandang pengusaha, melampaui dari sekedar menciptakan lapangan kerja. Ini menciptakan lapangan kerja yang tidak hanya akan menarik orang-orang yang baik, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan, dari waktu ke waktu, yang terbaik dan tercerdas.
Sebagai pengusaha, Anda dapat membawa orang-orang hebat ke dalam bisnis Anda sebelum Anda benar-benar tahu apa yang Anda butuhkan dari mereka. Anda mungkin tidak mampu membayar mereka sebanyak yang Anda suka atau sebanyak yang mereka layak. Sering kali, mereka datang di lantai dasar dan mengumpulkan pengetahuan kritis. Dan ketika Anda membutuhkan mereka yang paling, itu hanya terlalu kemungkinan bahwa pasar akan menyeret mereka pergi.
Itu berarti Anda perlu untuk mendapatkan secara langsung terlibat dalam retensi karyawan. Karyawan tidak akan tetap karena ukuran gaji. Mereka akan tinggal karena mereka merasa diakui (recognized), terlibat (engaged), tertantang (challenged), dan bagian dari tim (part of a team).  Mulailah dengan memutuskan apa yang Anda butuhkan untuk dipertahankan.  Beberapa orang lebih berharga bagi perusahaan daripada yang lain, sehingga perlu adanya fokus pada hal-hal yang penting bagi mereka. Hal ini untuk menjaga yang terbaik dari sudut Anda dalam jangka panjang:
keeping top talent• Promosi dari Dalam (Internal Resources). Seseorang dengan Talenta dan Potensi Tinggi biasanya mengasumsikan bahwa mereka harus pindah untuk maju. Maka dengan adanya Staffing secara internal memberikan karyawan Anda alasan untuk tetap tinggal.
• Pastikan Terlibat dan Terhubung Langsung.  Jika bintang Anda tidak diberi pekerjaan yang merangsang, pengakuan, dan kesempatan untuk berkembang, mereka dapat dengan mudah terlepas. Memfasilitasi mereka dengan kesempatan untuk membangun hubungan langsung dengan klien memastikan bahwa mereka mendapatkan otonomi dan pengakuan pada pekerjaan. Hal ini juga memberi mereka peningkatan wawasan ke dalam tentang apa yang benar-benar membuat bisnis Anda berjalan sesuai tracknya.
• Melibatkan Keluarga Karyawan. Kegiatan liburan untuk anak-anak karyawan tidak hanya membebaskan dan melegakan karyawan Anda, namun akan membangun hubungan antara perusahaan dan keluarga karyawan. Intel dan SAS adalah contoh bagus tentang bagaimana perusahaan-perusahaan menanamkan hubungan keluarga ke perusahaan, membuat hubungan kerja lebih personal dan oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk berhenti.
• Perketat Zona Nyaman. Lakukan Rotasi terhadap Top Talent Anda ke posisi yang mungkin berada di luar zona kenyamanan mereka. Buatlah upaya untuk menetapkan orang dengan potensi tinggi terhadap tugas berisiko dan menantang. Microsoftsecara proaktif menggerakkan karyawan ke dalam proyek yang menuntut perolehan pengetahuan dan keterampilan baru, daripada ke proyek-proyek yang akan memungkinkan mereka untuk mengandalkan pelajaran yang sudah dipelajari. Google selalu mem-posting proyek-proyek dan memfasilitasi seleksi mandiri karyawan mereka untuk mengarah pada pengembangan diri sendiri (self development).
• Pengembangan Program Pelatihan.  Coaching tidak hanya untuk perusahaan besar dan program pembinaan Anda tidak harus menjadi sebuah masalah besar, dengan adanya pelatihan (training) dan ikatan dinas (binders). Cobalah sesuatu yang kecil dan informal, seperti koordinasi mingguan dengan secangkir kopi untuk memastikan bahwa karyawan sudah berjalan pada jalur sesuai tujuan mereka. Hal ini sangat penting selama enam bulan pertama, ketika risiko turnover sangat tinggi. Unsur-unsur umpan balik dan pembinaan memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat turnover awal sebesar 17% dan memperpendek siklus belajar di sebagian besar pekerjaan sebesar 20%.
• Hubungkan Kompetensi dan Strategi Bisnis. Mengapa orang melakukan hal-hal yang mereka lakukan? Bagaimana mereka berkontribusi pada bottom line? Pastikan bahwa setiap orang memahami pentingnya apa yang mereka lakukan, dan mengapa mereka melakukannya. Ini terdengar sangat dasar, tapi itu sangat mudah diabaikan dalam kegiatan harian. Sama pentingnya: Jika orang hilang keterampilan yang menjadi kunci sukses bisnis, maka pastikan mereka mendapat kesempatan belajar.
• Terlibat dalam Strategi Perusahaan. Mengakui bahwa orang Anda telah belajar hal-hal di tempat kerja dan mampu berkontribusi dalam artian yang lebih luas. Mintalah mereka untuk berpartisipasi dalam pertemuan dan berpikir secara aktif tentang arahmasa depan perusahaan.
• Memfasilitasi Perencanaan Karir.  Perencanaan Karir berkaitan erat dengan pembinaan, namun hal ini memerlukan kejelasan. Walau tim Anda kecil, tapi perlu untuk bergerak maju, maka ciptakan kesempatan bagi orang untuk belajar dan terlibat, dan karir untuk naik. Dalam organisasi kecil, orang sering berpikir bahwa tidak istilah promosi atau moving up. Anda perlu mengatasi pandangan ini.  Komunikasikan apa yang dapat Anda lakukan dan tidak terhadap karir mereka. Jika peluang karir mereka tertutup, Anda perlu meningkatkan peluang karyawan tentang keseimbangan hidup dan kerja. Anda mungkin perlu tawarkan cuti atau cara kerja yang fleksibel (misalnya, bekerja dari rumah, paruh waktu, job-sharing).
• Buatlah Struktur Pekerjaan Alternatif atau Paruh Waktu. Tidak semua turnover didorong karena ambisi karir karyawan. Kadang-kadang karyawan meninggalkan pekerjaan hanya untuk lebih banyak waktu dengan keluarga mereka. Dengan dimungkinkannya berbagi pekerjaan (job sharing), pekerjaan paruh waktu (part-time work) dan telecommuting, perusahaan kecil dapat mengambil keuntungan dengan jumlah pekerja berbakat yang mencari kesempatan.


Tip Menjadi Kreatif dan Inovatif


be innovativeAnda tidak bisa menjadi kreatif sesuai permintaan? Tidak banyak orang yang bisa untuk kreatif dan inovatif . Untungnya, itu adalah sebuah keterampilan yang dapat dipelajari dan ditingkatkan.  Mencoba untuk menjadi inovatif, setidaknya bagi kebanyakan orang, hampir mustahil.  Namun cobalah berpikir sesuatu yang inovatif, sesuatu yang baru dan berbeda, walau pada akhirnya Anda akan menyerah sebelum waktunya.  Kreativitas bukanlah mengalihkan sebagian besar kemampuan dari kita untuk dapat  menggapai sesuatu sekehendaknya, kunci menjadi inovatif adalah melihat masalah dari perspektif yang berbeda. Sehingga keharusan menciptakan sesuatu tidak serta merta merangsang kreativitas.  Kreativitas tidak hanya melulu bentuk yang berbeda, akan tetapi cara yang berbeda walau dengan hasil sama.
Berikut adalah cara mudah untuk menggerakkan rasa inovasi Anda:
1. Bayangkan Hal Terburuk akan Terjadi.
Bagaimana jika Anda kehilangan pelanggan terbesar? Bagaimana jika kompetitor utama memasuki pasar Anda?  Bagaimana jika industri Anda hanya sebuah tangki kosong?.  Sebuah Jawaban sudah cukup menemukan peluang tak terduga atau perubahan dalam strategi Anda secara keseluruhan.
2. Gunakan Permainan “Why?”.
5 Why adalah alat standar dalam analisis akar penyebab, hanya dengan bertanya “mengapa?” setidaknya lima kali untuk menemukan alasan sebenarnya terhadap sebuah kesalahan.  Namun demikian Anda tidak harus menunggu untuk sebuah kesalahan. Jadikan praktek atau pendekatan saat ini dan bertanyalah pada diri sendiri mengapa Anda melakukannya. Kemudian terus bertanya mengapa Anda melakukannya. Semakin sering Anda bertanya “mengapa dan mengapa?” setelah setiap jawaban yang semakin besar kemungkinan Anda akan mulai melihat hal-hal dengan cara yang baru.
3. Berpura-pura Kehabisan Uang.
Arus kas yang solid adalah baik, tetapi aliran pendapatan atau modal dapat menyembunyikan kesempatan untuk menyimpan uang atau mengoptimalkan proses.  Jika Anda kehabisan uang, apa yang akan Anda lakukan? Pikirkan melalui skenario sebanyak mungkin dan kemudian terapkan ide-ide terbaik. Bila Anda merasa tidak punya pilihan, maka Anda pasti fokus pada apa yang benar-benar penting dan apa yang benar-benar akan membuat perbedaan.
4. Berpura-pura Tidak Ada Aturan.
Setiap bisnis memiliki aturan tidak tertulis dan tertulis, dan setiap orang dari kita mengikuti aturan yang ditetapkan sendiri.  Tapi apa yang akan Anda lakukan jika Anda tidak diizinkan untuk menggunakan pedoman saat untuk memecahkan masalah? Bagaimana jika Anda tidak lagi harus meminta izin seseorang? Bagaimana jika pasangan Anda tidak bisa menyelamatkan atau membantu untuk Anda? Bagaimana jika Anda bisa mengubah cara melatih dan mengembangkan karyawan?  Abaikan beberapa aturan – terutama jika itu aturan Anda sendiri. Seringkali “aturan” bukanlah aturan sama sekali, itu hanya cara Anda melakukan sesuatu.
5. Berpura-pura Waktu Anda hanya lima menit.
Kecepatan juga merupakan ibu dari inovasi. Pilih masalah dan paksakan diri Anda untuk membuat keputusan dalam waktu lima menit.  Bayangkan Anda hanya memiliki lima menit untuk memutuskan menangani krisis arus kas, misalnya. Jika Anda harus melakukan sesuatu sekarang, apa yang akan Anda lakukan?  Sangat mudah untuk membiarkan segalanya terjadi dan kehilangan pilihan. Keputusan Singkat dapat menjadi sebuah keputusan tepat karena langsung ke jantung masalah.
6. Bayangkan Kesempurnaan.
Katakanlah Anda ingin meningkatkan proses. Kita selalu dilatih untuk melakukan perbaikan dalam hitungan persentase: mengurangi biaya 3%, mengurangi pengerjaan berulang 4%, dan lainnya.  Tapi bagaimana jika tujuan Anda adalah kesempurnaan? Jika sesuatu harus sempurna, apa yang akan Anda perlu Anda lakukan?.  Anda tentunya akan mengubah banyak proses agar terjadi sinkronisasi dan terwujud proses yang efektif dan efisien.
7. Mengacau dengan Sengaja.
Seorang ahli selalu merekomendasikan eksperimentasi yang konstan, akan tetapi banyak orang yang tidak sanggup melakukannya.  Ketika Anda mencoba sebuah eksperimen maka pilihlah tugas atau proses yang telah bekerja dengan baik dan lakukanlah sebuah pengacauan, namun tetap memperhatikan faktor resiko keuangan dan pelanggan.  Katakanlah hal pertama yang Anda lakukan setiap hari adalah memeriksa email Anda. Besok, tunggulah satu jam dan lihat apa yang terjadi. Anda setidaknya memiliki satu keuntungan yang telah menunggu: Lebih dekat dengan karyawan, Membantu orang lain menghadapi hari mereka, atau Anda punya waktu untuk proaktif bukan bereaksi terhadap email.
8. Kunjungan Lapangan.
Inovasi dan Kreativitas terjadi tidak hanya dalam industri sejenis, namun banyak ide dan pemikiran datang dari industry lainnya.  Lakukanlah kunjungan kebeberapa jenis bisnis dan organisasi sehingga Anda akan mendapatkan inspirasi dengan pekerjaan orang lain yang dilakukannya dengan sangat baik.  Meminjam dari cara mereka bukanlah sebuah kegagalan bisnis, namun cara tersebut adalah bentuk inovasi Anda.